Monday, 13 May 2013

Sepotong surga yang tersembunyi


Mendengar cerita keindahan pantai-pantai di Indonesia. Membuat saya ingin membuktikan sendiri sepotong surga yang banyak diceritakan orang, mulai dari keindahan pantai berpasir  putih terumbu karang hingga keramahan penduduk. Dari sekian banyak pantai diindonesia, deretan kepulauan Bal-balagang menjadi pilihan yang paling menarik, terletak di perbatasan Sulawesi Barat dan Kalimantan Timur. Kepulauan ini terdiri dari 12 pulau yang sangat indah dengan banyak Gusung-Gusung menyajikan keberagaman bawah laut dan pasir putih yang indah.

Perjalanan yang Menantang Adrenalin


Jarak tempuh Bala-balagang, jika dari Balikpapan menempuh jarak sekitar 5 sampai 6 jam, lain jika melewati Grogot di mulai dari desa Lori menggunakan kapal penumpang berkapasitas 12 orang, menempuh jarak 4 jam hingga kekepulauan Bala-balagang, melintasi beberapa Gusung yang menggoda untuk Kita singgahi dan snorkling dengan pemandangan laut lepas serta terumbu karang yang masih alami. Makan siang di gusung menjadi kegiatan yang menyenangkan

Pendidikan  dan Keramahan penduduk






Belum banyak yang tahu kepulauan Bala-balagang ini, masih sedikit orang yang pernah berkunjung ke pulau ini,hanya beberapa turis mancanegara saja yang datang, selain jarak tempuh sangat jauh melewati laut lepas dengan ombak yang tidak bersahabat. Namun, semua terbayar dengan pemandangan yang begitu indah, kealamian alam, keramahan penduduk dan keceriaan anak-anak yang kami di Bala-balagang. Jauh dari teknologi tinggi, laptop, handphone berbagai gadget yang kami bawa tidak berfungsi di sana. Tidak ada jaringan telekomunikasi bahkan listrik. Malam hari Penduduk Lokal mengunakan genzet untuk penerangan dari jam 6 sore hingga jam 11 malam.
Berbicara sistem Pendidikan terdapat 4 kelas dengan jumlah siswa 36 orang dan satu guru aktif hanya setingkat SD. Semua siswa yang telah lulus SD akan meneruskan ke Pulau Salisingan karena hanya Pulau tersebut yang menyedikan SMP dan sebagian memilih untuk pergi ke Mamuju (Sulwesi Barat) untuk bersekolah. danbeberapa lainnya lebih memilih meneruskan pekerjaan keluarga sebagai nelayan. Banyak cerita dan cita-cita yang mereka lontarkan pada kami, beberapa ingin menjadi dokter, petinju, polisi dan guru berbagai harapan akan masa depan yang sungguh membuat terenyuh, harapan, cita-cita mulia yang terbatasi oleh keminiman insfratuktur penunjang.

  Menikmati Malam di Dermaga


Melihat bintang di Balikpapan sama dengan melihat lubang-lubang semut di tanah, kecil tak terlihat tapi begitu menginjakkan kaki di kepulauan Bala-balangan semua tampak menakjubkann berenang di bawah bintang, menikmati malam di Dermaga berselimut bintang, menunggu matahari terbit untuk menikmati Sunrise, sungguh besar keagungan ALLAH. Di pulau terpencil jauh dari hiruk pikuk gemerlap kota, kealamian alam yang masih bersahabat seakan melepaskan kita dari beragam kelelahan dunia. Inilah Surga yang terdampar di dunia. Bersama sahabat menghabiskan malam terakhir petualangan di kepualuan Bala-balagang menikmati bintang dan semilir angin laut di dermaga Pulau Saboyang sungguh pengalaman yang tidak akan terlupakan. Tidak perlu keluar negeri untuk  menikmati indah dunia. Mulailah dari Negara sendiri beribu keindahan yang akan membuat Kita terpesona. Bersahabatlah dengan maka alam akan bersahabat dengan Kita. Traveling/ Backpacker bukan bagaimana menikmati keindahan suatu tempat tapi bagaimana cara kita untuk menjaga keindahan tempat tersebut agar tidak dirusak oleh tangan-tangan tidak bertanggung jawab. Satu kutipan yang sanagt aku sukai “JANGAN BUNUH SESUATU KECUALI WAKTU, JANGAN BAWA APAPUN KECUALI KENANGAN/GAMBAR, JANGAN TINGGALKAN SESUATU KECUALI JEJAK” (Bukit Bengkirai)










Share:

5 comments:

  1. Hampir sama dngn di kepulauan Seribu.

    ReplyDelete
  2. Salam wisata kepulauan seribu.

    ReplyDelete
  3. kmungkinan sama mas...
    salam satu nafas ...

    ReplyDelete
  4. Kepulauan tersebut masuk dalam kecamatan bala balakang kabupaten mamuju provinsi sulawesi barat

    ReplyDelete