Wednesday, 15 May 2013

JOGJA Memukau dalam Kesederhanaan


Dimulai beberapa tahun lalu waktu salah Satu Dosen mengatakan, "Saya yakin semua mahasiswa/I disini sudah pasti perah ke Jogja" wah saat itu jangankan ke Jogja untuk berlibur ke samarinda yang jarak tempuhnya hanya 3 jam dari tempat saya tinggal saja sangat sulit saya lakukan karena Orang Tua yang terlalu protektif, jika di pikir itupun untuk kebaikan saya, Hingga tercipta sebuah janji bahwa suatu saat saya harus ke Jogja.
Tepatnya bulan April 2013, saya benar-benar menunaikan janji saya untuk berlibur ke Jogja, Solo Traveller menjadi pilihan saya. semua internerary sudah siap dari budget sampai tempat wisata, jika di katakan Jogja adalah tempat yang ramah untuk para Backpacker seperti saya maka saya akan mengatakan benar 100%, kearifan budaya lokal. keramahan penduduk, tempat wisata yang masih terjaga rapi. 

 Ikon Kota Jogja Tugu With fren..

Pertama kali menginjakan kaki di Jogja, terpikir kata Malioboro, kopi Joss dan nasi kucing, dimalam pertama itu sumua langsung saya cicipi. menginap di rumah teman sesama anggota PA (Penikmat Alam) setidaknya meminimkan biaya penginapan, inilah keuntungan seorang BAckpacker jika berjalan yakinlah bahwa semua yang Kita temui di perjalanan adalah Orang baik. 
 Menikmati Musik Jalanan di Sepanjang Malioboro 

Hari pertama di Jogja, pilihan wisata jatuh pada Borobudur perjalanan memakan waktu kurang lebih satu jam. Dengan menyewa sepeda Ontel saya menyusuri Desa wisata yang ada di seputaran Borobudur, menikmati hamparan luas sawah yang mulai menghijau dan sebagian lagi sudah siap panen. kerajinan tangan khas Jogja dan kehidupan Jogja di masa lampau. menjelang siang saya menuju Borobudur sungguh besar keagungan ciptaan-NYA, dengan biaya tiket 30 ribu rupiah kita sudah dapat menikmati Borobudur dengan Leluasa. Mempelajari sejarah membuat kita bisa merenungkan kembali hakikat dari nilai-nilai perjuangan. Membuat kita makin menyadari bahwa Indonesia itu merupakan negeri yang benar-benar kaya akan budaya dan keragamannya. Maka, teramat bodoh jika kita tidak bisa memanfaatkannya dengan baik, apalagi kita tidak mengetahuinya. Banyak sekali kisah yang diceritakan di Candi terbesar Umat Budha itu. Mulai dari cerita zaman kerajaan, makna pembuatan stupa, cerita di setiap reliefnya, hingga rekonstruksi Candi Borobudur yang pernah terkubur akibat amukan gunung merapi sekitar tahun 1000-an.


Hari kedua perjalanan saya di Jogja. saya mengunjungin Kaliurang. Hujan tidak menyulutkan keingin saya untuk terus berjalan. musium Ulen Sentalu menjadi pilihan dengan tiket 25 ribu rupiah kita akan di bawa mengenang kisah raja-raja Jogja dari Hamengkubuono I hingga sekarang. banyak peninggalan-peninggalan yang bisa kita lihat langsung. benar-benar pengalaman yang tidak akan terlupakan. dan sejuta pengetahuan baru ku dapatkan di sana. 

Satu destinasi ini tidak boleh terlewatkan adalah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.  Bertiga dengan teman yang saya temui di Jogja. Berkeliling keraton dan mengenal sejarah budaya Jogja sungguh pengalaman yang menyenangkan. Ada sedikit perasaan jengkel ketika berkunjung ke Taman Sari, bukankah tempat sejarah sebaiknya dijaga dan dirawat mengapa banyak sekali saya temui Vandalisme yang sebaiknya tidak ada dan SANGAT TIDAK PENTING untuk di terapkan. Berakhir di House of Raminten bergaya restoran kelas atas dengan menu yang sederhana dan tentu saja sangat terjangkau. 




Sebelum kembali ke Balikpapan karena penerbangan saya sore hari. Di pagi harinya saya menyempatkan diri ke Prambanan atau disebut juga candi Roro jonggrang adalah candi Hindu terbesar di Indonesia pada abad ke 10 masehi. Berjalan mengitari Prambana hingga ke candi Sewu melewati kandang rusa dan berakhir di pasar yang berada di samping candi sebagai pintu keluar.. Petualangan selama 4 hari Jogja membuat saya tertarik dengan kota ini banyak cerita, Persahabatan dan pengetahuan yang saya dapatkan disana. Jika ada yang mengatakan membenci INDONESIA pada bagian mana kalian membencinya ? Indonesia kaya akan budaya, kaya akan keramahan, kaya akan senyuman dan kaya akan hasil alam. CINTAILAH INDONESIA .











Share:

0 comments:

Post a Comment